Postingan

Buru-Buru

Gambar
Rutinitas pagi hari seperti biasa, jadwal yang dibuat dengan kesepakatan, jauh membuat Altair lebih sadar diri tanpa harus diberi instruksi, dengan resiko yang akan di dapat jika melalaikan waktu dengan sengaja.Namun rupanya hal ini belum berlaku untuk menyapu teras.Secara sadar, Altair belum merasa mendapatkan keuntungan secara langsung untuknya dari menyapu teras.
Tidak seperti menyusun pakaian di lemari, membuatnya berpikir dua kali jika ingin sembarangan mengambil baju.Selain akan sulit menemukan pakaian yang dibutuhkan dalam waktu singkat, dulu pernah waktu awal-awal berlatih, pakaian yang tidak disusun rapi akan memenuhi rak lemari, dan lemari sulit untuk di tutup.Atau betapa pentingnya Altair dapat menghidupkan kompor, memasak air atau hanya merebus dan menggoreng telur.Pemikirannya sederhana, kalau Umi sedang keluar, abang ga bisa, nanti abang kelaparan.Padahal aku belum pernah meninggalkannya sendirian di rumah dalam waktu lebih dari 1 jam.Hehehe....Atau hal lainnya yang sud…

Masih Berproses

Gambar
Disaat sudah siap berangkat beraktivitas, namun waktunya berangkat belum tiba, biasanya Altair sering menunggu diteras sambil bermain bersama adeknya.Tidak disangka, di saat aku ingin mengingatkan Altair dengan tugas barunya, justru Altair sudah lebih dahulu memegang sapu teras.Sejujurnya aku juga kurang tahu apakah tujuan awalnya hanya bermain dengan sapu, atau memang berniat menyapu?
Aku lihat dari balik jendela rumah di dalam rumah Altair menyorong-nyorongkan sapu menuju ke ujung pagar.Kebetulan posisi rumah yang berdekatan dengan pohon besar membuat rumah kami sering berjatuhan daun-daun.
 Altair menyapu (dokpri)
Masih aku amati dari dalam rumah, Altair berusaha membuang daun-daunnya dengan menggunakan sapunya.Belum sempurna, namun usahanya cukup keras, sehingga ketika aku keluar rumah, kulihat daun-daun sudah tidak ditemukan, meskipun debu-debu halus masih terlihatdi lantai.Sementara sendal-sendal di luar juga tidak disusunnya.“Umi..., Altair sudah nyapu.Daunnya sudah diujung se…

Haruskah?

Gambar
Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan (At Tahrim : 6) Menurut ali bin abi thalib fase pendidikan anak terbagi menjadi 3 fase : 1. anak adalah “tuan” pada tujuh tahun pertama, 2. seorang “budak” untuk tujuh tahun kedua, 3. dan seorang “perdana menteri” pada tujuh tahun ke tiga, maka bila ia tumbuh menjadi anak yang baik dalam 21 tahun itu, maka bagus, kalaupun tidak, orang tua sudah berusaha mendidik anak dan Allah mempunyai ketetapan yang lain.
Tahap kedua: umur 8 hingga 14 tahun Anak adalah budak (tawanan) untuk 7 tahun berikutnya. Pada usia ini, anak sudah dapat menangkap sebab akibat, berpikir secara logis, yang berarti ia siap untuk pendidikan formal. Sangatlah penting jika anak tidak hanya dididik dengan ilmu-ilmu tapi juga …

Akhirnya Tuntas... Tas..

Gambar
Setelah kemarin tidak ada satupun pakaian yang kering,hari ini justru jumlah pakaian menjadi dua kali lipat.Yaah... pakaian tetap menumpuk, artinya yang perlu dicuci dan dijemur tidak akan berkurang.Jika tidak ingin ada cucian baju, gak usah ganti baju aja sekalian.#upps. Berbeda dengan dua hari sebelumnya,Pakaian sudah dilipat di lantai bawah, karenamengingat ada seragam mengaji altair yang digosok, artinya tidak akan mungkin pakaiannya tidak ikut dibawa ke kamarnya.
Setelah menumpuk pakaian yang sudah dilipat, Altair mengambil sarung sholatnya yang tergantung di gantungan perlengkapan sholat, kemudian dibentangkannya di lantai, lalu diletakkannya tumpukan pakaian yang sudah terlipat rapi secara perlahan.Disusun dengan hati-hati, terakhir diikat ujung sarungnya.Aku hanya memandang Altair tanpa perlu bertanya.Aku mempercayakan apapun caranya untuk memudahkan dan sesuai menurutnya.
Buntelan sarungnya terlihat agak berat.Lagi-lagi aku tidak ingin berkomentar apapun.Altairpun masih dia…

Tidak ada yang dikerjakan

Gambar
Hari ini cuaca adem, mendung dan hujan juga membuat jemuran adem-adem saja alias masih lembab saja.Tentu saja hal ini mempengaruhi pengamatan terhadap kemadirian altair setelah kemarin, menemukan sendiri solusinya memperlakukan pakaiannya.
“Bajunya masih basah semua ya ?Umi?” tanya Altair padaku
“Iya...,tuh masih di jemuran, tapi langit mendung-mendung aja,kayaknya ini bentar lagi udah hujan lagi.” Kataku menjelaskan
“Oh, ya udah.Berarti ga ada baju yang mau abang lipat.Abang tidur siang dulu ya Umi.”
“Iya sayang...” jawabku.
...
Untuk bagian meletakkan baju yang sudah dilipat langsung disusun di dalam lemari memang tidak bisa terlaksana, namun cuaca mendung disertai hujan bukan berarti memberhentikan kemandirian yang sudah maupun sedang dalam prosesnya.
Tidak ada yang dikerjakan, tidak berarti tidak mengerjakan apa-apa.

#Day2.5
#Harike9
#Tantangan10Hari
#GameLevel2
#KuliahBundaSayang
#MelatihKemandirian #InstitutIbuProfesional

Bersabar Selalu Ada Hikmahnya

Gambar
Hari ini masih mencoba fokus seperti hari kemarin.Masih mencoba untuk melatih kebiasaan.Masih mencoba mengingatkan.  Namun ada  hal yang sedikit berbeda.
“Eh, apa itu? Baju abang ya?” tanyaku kepada Altair yang sepertinya terlihat membawa pakaian kering yang belum terlipat dengan cara digundul-gundul didalam sarungnya.
Pakaian yang belum terlipat dikumpulkan dalam sarungnya, kemudian dipegangnya dengan cara menariknya ketika naik menuju lantai 2 kamarnya.Sejujurnya aku agak ragu, karena bukan tidak mungkin jika kain terlepas, justru membuat pakaiannya berjatuhan.Namun usahanya aku biarkan saja dulu karena hanya mendapat jawaban pendek dari Altair, “Iya, baju abang.”
Akupun memeriksa keranjang pakaian bersih, yaah.. jumlahnya jauh berkurang tidak seperti saat baru saja mengangkat pakaian sebelum menjemput altair dari kegiatan sempoanya.Tapi aku belum benar-benar memeriksa apakah semua baju Altair telah dibawanya semua dengan cara tadi.
...
Sore hari seperti biasa jika Altair tidak mem…

Ingatkan Kembali

Gambar
Pakaian yang kering di jemuran satu persatu mulai terlipat.Artinya tumpukan sudah siap dibawa dan disusun ketempat yang semestinya.Namun belum saatnya Altair menuju ke kamar untuk tidur, pakaianpun masih menanti dibawa siempunya dengan sabar.Hingga akhirnya, “Umi..., abang tidur dulu ya.” Ujar abang sambil berjalan menuju ke tangga.
Eeh, itu bajunya sekalian dong.” Sahutku cepat sebelum abang tiba di anak tangga pertama.
“Oh iya, abang lupa” Abangkembali menuju kursi tempat biasa selesai menumpuk pakaian yang baru dilipat
Abang mulai mencicil pakaian yang sudah dilipat.Sementara sisanya masih menanti dengan setia.
...
Setelah pulang dari bermain, dan menghilangkan keringat sesaat, tiba saatnya abang mandi.Artinya saat mencicil baju dimulai kembali.Lagi-lagi Altair masih harus diingatkan.Akhirnya sebelum menginjakkan kaki menuju tangga, Umi pun segera memberikan pesan yang sama untuk mengingatkan.Saat mengingatkan, rasanya terpikir ingin sekali merekamnya, kemudian hanya tinggal penc…