Anak Demam, Berapa Dosis Parasetamol yang Sebaiknya Diberikan?

Kemarin malam suhu badan Altair agak hangat.  Sangat mudah mengamati perubahan pada altair jika mulai tidak enak badan.  Altair adalah tipe auditory, kebiasannya yang sering mengobrol dan bercerita apa saja biasanya berkurang ketika badannya tidak enak.  Dia selalu jujur mengatakan apa yang dia rasakan.  Ketika Altair mulai bicara, "Umi..., Altair lemes, ga enak." Kemudian dilanjutkan hanya berbaring-baring, itu artinya memang ada yang tidak enak dia rasakan di badannya.  Pada akhirnya, thermometer merupakan acuan yang paling tepat dalam mengukur suhu tubuh.

Pada saat seperti ini, biasanya orangtua memberikan obat penurun panas yang tersedia di rumah.  Ketika kita memiliki anak, biasanya obat penurun panas adalah obat wajib yang selalu tersedia di rumah.  Kandungan obat penurun panas pada umumnya yang cukup aman adalah paracetamol atau  acetaminophen.  Paracetamol yang dikenal dimasyarakat bisa dijual bebas dengan berbagai merk seperti sanmol, tempra, pamol dan sebagainya.  Namun meskipun di anggap aman, pemberian obat harus sesuai dengan dosis.

Hal yang perlu diingat adalah gunakan dosis bukan berdasarkan usia anak, tapi berdasarkan berat badan.  Pernah pengalaman waktu altair kecil, kami memberikan parasetamol sesuai dengan dosis yang tertera dalam label kemasan, yaitu berdasarkan umur.  Namun demamnya tak kunjung turun. Karena saat itu sudah memasuki hari ke tiga, kamipun membawa ke dokter.  Ternyata dokter mengatakan Altair hanya demam biasa, tidak perlu obat tambahan lain.  Tentu saja aku merasa bersyukur karena tidak ada hal yang serius, namun yang menjadi pertanyaan, dosis obat yang aku berikan sudah sesuai dengan label di kemasan.  Mengapa demamnya Altair saat itu tidak turun juga? Dokter tersenyum dan bertanya kepadaku, berapa banyak obat yang aku berikan? Dengan berat badan Altair yang cukup bongsor, ternyata dosis yang aku berikan kurang.  Namun sebaliknya jika ternyata berat anak tidak terlalu besar, tetap ada dosis maksimal yang boleh diterima oleh tubuhnya. Artinya meskipun paracetamol merupakan obat yang relatif aman, tetap harus sesuai dosis yang tepat, agar bisa bekerja secara maksimal.

Jadi bagaimana pemberian parasetamol sesuai dosis?
Dosis parasetamol adalah 10-15 mg/kg BB/x.  Misalnya BB anak 7,8 kg, butuh 10 x 7,8 = 78mg, bulatkan saja menjadi 80mg, karena range dosis maksimal sampai dengan 15mg.
Kemudian, tinggal lihat sediaan parasetamol yang kita punya.  Parasetamol tablet ada yang 500 mg, sementara sirup kebanyakan dipasaran adalah 120mg/5ml ;misalnya sanmol (baca: setiap 5ml mengandung 120mg parasetamol), sementara parasetamol dalam kmasan drop ; misalnya sanmol drop, untuk bayi adalah 60 mg/0,6ml (baca: setiap 0,6ml mengandung 60mg parasetamol).  Ada juga parasetamol sirup 160mg/5 ml (misalnya tempra, panadol), sirup 250 mg/5ml (misal tempra forte, naprex) dan ada juga yang drops 100mg/1ml

Masih bingung?
Baiklah kita hitung dosis anak tadi yang beratnya 7,8 kg.  Dia butuh 80mg parasetamol.  Artinya jika dia menggunakan obat merek sanmol (misalnya), maka : dalam 1 ml sanmol mengandung 24mg parasetamol itu sama saja artinya dosis sanmol anak itu adalah 80/120 x 5ml = 3,3 ml

Sementara dengan berat badan Altair diusianya hampir memasuki usia 7 tahun adalah 28kg, maka dosis sanmol yang dia butuhkan adalah 10 x 28 = 280mg, artinya 280/120 x 5ml = 11,67 dengan dosis maksimal pemberian 15 x 28 = 420mg, artinya 420/120 x 5ml = 17,5 ml

sanmol syrup *


Dosis yang tertulis di kotak kemasan sanmol syrup :
* Anak < 1 tahun : 3-4 x sehari 2,5 ml sirup
* Anak  1- 3 tahun : 3-4 x sehari 2,5 ml sirup
* Anak  3- 6 tahun : 3-4 x sehari 5 ml sirup
* Anak  6- 12 tahun : 3-4 x sehari 5-10 ml sirup
* Di atas 12 tahun : 3-4 x sehari 15-20 ml sirup

Jika berpatokan dengan dosis pada kemasan menurut usia Altair memasuki 7 tahun seharusnya diberikan 5-10 ml sirup.  Namun dengan kebutuhan berdasarkan berat badan dosis minimal yang  diberikan adalah 11,67 ml.  Itu artinya dosis berdasarkan usia, kurang tepat.  sehingga fungsi obat bisa menjadi tidak maksimal.  

Supaya mudah, pemberian obat dilakukan dengan menggunakan pipet obat yang ada ukuran ml nya, atau menggunakan gelas ukur obat yang biasanya sudah tersedia dalam kemasan obat.  Atau jika ingin lebih mudah lagi, menggunakan jarum suntik yang sudah dibuang jarumnya.  Penggunaan sendok makan sebaiknya dihindari untuk mengurangi kesalahan takar dalam pemberian dosis obat.

Berhati-hatilah dalam menyimpan obat, bijaklah dalam menggunakan obat.  Semoga bermanfaat.

#ODOP
#bloggermuslimahindonesia









Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

DIY: Kaleng/Ember Cat Bekas Menjadi Kursi

Ketika Tayo Mengalahkan Emak-Emak