Kebiasaan Yang Dapat Membuat seorang Ibu Menjadi Efektif!

Apakah kamu seorang Umi, Ibu, Mama, Mommy, Bunda atau apapun sebutanmu..., dimana-mana banyak orang yang menganggap seorang Ibu "harus' bisa melakukan semuanya dengan sederet -to do list- dan dilakukan dengan sempurna.  woaah.. Perfecto! Tapi apakah mungkin jika hanya seorang Ibu melakukan hal itu semuanya sendirian tanpa asisten?
Tentu saja sangat menyenangkan jika kita dapat memiliki salah satu asisten untuk membantu mengerjakan beberapa tugas kita, pada kenyataannya tidak semua orang dapat memiliki asisten dikarenakan beberapa alasan.  *ini tidak hanya berbicara mengenai keterbatasan ekonomi saja ya ;)

Jadi, sebenarmya apa yang dapat membuat seorang Ibu berhasil mengerjakan semuanya dengan baik, meskipun jika dirasakan dalam waktu 24 jam saja masih terasa kurang *xoxoxo...

KEBIASAAN! Kebiasaan yang dapat membuat para Ibu tanpa asisten dapat menyelesaikan semuanya dengan efisien.  Kebiasaan apa sajakah itu? yuuk kita coba simak satu-persatu  (ceileh) ^^

1.  Bangunlah lebih awal, atau justru tidurlah lebih malam, Tapi tidak keduanya
Maksudnya adalah, melakukan sesuatu yang saatnya serius dilakukan adalah di saat anak-anak sedang tidur. Tidak seperti kebanyakan orang, biasanya seorang Ibu efisien melakukan banyak hal dan menyelesaikannya sebelum pagi atau mulai bergerak ketika diatas jam 9 malam (kebanyakan anak-anak tertidur di jam ini).  Pilihlah waktu yang produktif menurut anda. Pilih salah satu dan jadikan sebuah prioritas.  Jika pilihannya diantara keduanya, maka yang terjadi adalah badan menjadi letih, dan mata terbentuk seperti panda.

Kenyatannya saya adalah salah satu yang melakukan keduanya *uups..  namun prioritas melakukannya di pagi hari.  Malam hari adalah saat saya melakukan me time, menyenangkan diri sendiri dengan menonton atau sekedar membaca buku hingga akhirnya mengantuk dan tertidur.  Kecuali di saat saya yakin dapat menyerahkan beberapa jam santai kepada suami, maka saya bisa tertidur 1 jam lebih lama daripada biasanya.

2.  Melakukan daftar yang harus dilakukan dalam 1 hari secara berbeda
Maksudnya adalah, jika sebelum menjadi seorang ibu, saya terbiasa memiliki daftar to do list secara detil berdasarkan tugas, namun saat ini saya melakukannya secara bagian.  Kalo di buku-buku istilahnya per bab.  Bab pekerjaan rumah, bab bermain dengan anak, bab tugas lainya.  Kurang lebih seperti itu.  Terkadang saya harus melakukannya dalam waktu bersamaan di antara mencuci baju, mencuci piring, masak, menyiapkan makan dan serentetan bab pekerjaan rumah dalam waktu terbatas.  Intinya adalah semakin terbiasa melakukan banyak hal secara efisien, maka waktu ketuntasan pekerjaan akan semakin singkat.  Kebiasaan ini adalah kebiasaan berpacu dengan melodi.., eh waktu :p


sumber gambar : google

3.  Lakukan segala hal seperti orang 'kepepet'
Ketika kita mengubah pikiran kita yang kita lakukan deadline, dikejar waktu dan sangat mendesak, biasanya kita tidak akan melakukan tindakan seolah-olah sebentar lagi dikerjakan, maka tidak akan menjadi masalah.  Pada kenyataannya, ketika kita sebentar saja menunda pekerjaan kita, misalnya hanya ingin sebentar saja melihat beranda di facebook (hayoo ngaku:p), bukan tidak mungkin kemungkinan berlanjut memberikan komentar, membaca komentar lain, mulai membuat status, senyum-senyum sendiri, bolak-balik liat profil teman, dan seterusnya dan seterusnya. Ow...oww.., waktupun tak terasa mulai bergeser jauh, dan semua hal menjadi tertunda.  Biasakan kerjakan dulu hingga semuanya selesai, kemudian setelah itu pilihan ada ditangan anda untuk melakukan hal lainnya sesuai keinginan.

4.  Melakukan waktu luang untuk sesuatu yang bermanfaat
Seorang ibu yang efisien biasanya ketika memiliki waktu luang akan menggunakan waktu luangnya itu untuk sesuatu yang bermanfaat dan membuatnya menjadi lebih produktif.  Bahkan untuk sesuatu yang konyol sekalipun, misalnya 'nyudut' untuk membaca sebuah buku best seller, tertawa 'ngakak' menonton serial komedi, merajut sebuah syal yang belum tahu kegunaannya untuk apa, dan menghabiskan waktu bersama-sama bersama teman-teman dekat.  Apapun itu, tujuannya adalah sebuah kegiatan yang menyenangkan baginya dan selanjutnya akan memberikan energi baru untuk jiwanya .

5.  Membuat lingkungan/suasana yang mendukung
Saya sadar, bahwa saya tidak terlalu rajin dan juga bukan berarti sangat malas.  Tapi saya tidak ingin lebih kearah malas.  Misalnya saya mematikan suara pemberitahuan whatsapp agar tidak tergoda melihatnya ketika berbunyi.  atau meletakkan handphone di tempat berbeda dengan kegiatan rutin wajib saya, sehingga tidak tergoda melihat facebook sebelum menuntaskan pekerjaan.  Membuat catatan menu belanja di malam hari, agar tidak tergopoh-gopoh untuk memeriksa apa saja yang akan dibeli, dan seterusnya.

6.  Multitasking
yeaahhh, I'm a multitasker.  Melakukan banyak hal sepanjang hari secara efisien membuat saya merasa tertantang.  Sangat membahagiakan bahwa pada akhirnya saya dapat menyelesaikan semuanya sesuai deadline waktu yang telah ditentukan.  Membayangkan sebuah permainan dengan  hadiah diakhir babak adalah sebuah me time yang menyenangkan dan berkualitas.  Saya dapat melipat cucian sambil menemani anak belajar dan bermain, memasak sambil mencuci piring, bahkan mencuci baju.  Dalam perjalanan berbelanja sambil bercerita dengan si kecil.  Dan seperti kata pepatah, sekali mendayung, 2-3 pulau terlampaui.

7.  Menempatkan energi hanya ke dalam hal-hal yang penting bagi orang-orang yang penting
Bisa saya ambil contoh, ketika di awal-awal baru memiliki anak pertama, dengan pemikiran yang ideal saya ingin membuatkan donat istimewa dengan rasa dan penampilan yang memukau.  Bahkan ketika saya berpikir mengikuti sebuah resep, kemudian membuatnya hanya dengan tangan saya.  Tidak boleh sedikitpun dia mengganggu eksperimen saya, karena saya akan membuatnya dengan cetakan dan hiasan yang menarik dan disajikan khusus untuk dia, namun  pada kenyataannya dia hanya mampu memakan 1 buah, dan kemudian selesai tidak melihat donatnya kembali karena sudah merasa kenyang.  Saya merasa waktu untuk pekerjaan saya saat itu tidak terlalu berarti.  Berbeda ketika saya mulai lebih santai dengan ikut menajaknya membuat adonan, memberinya sedikit untuk bermain, lalu membentuknya bersama-sama tanpa cetakan.  Hingga tercipta donat dengan beraneka 'bentuk' dan 'rasa', namun kebahagiaan melakukan bersama, dan memakannya bersama walaupun hasilnya terkadang biasa saja, jauh menjadi lebih berarti bagi saya, dia, kami.

8.  Menjaga kebersihan, hanya sampai titik tertentu saja.  Bukan menjadi sebuah obsesi
Rumah yang bersih, tentu saja nyaman.  Barang yang teratur dan rapi dengan semua sesuai dengan tempatnya memudahkan kita mencari sesuatu dengan cepat.  Tentu saja hal ini menjadi kunci penting sebuah keefisienan waktu.  Tapi tidak juga menjadi seperti terobsesi sehingga semuanya harus sempurna.  Yang penting adalah fokus pada hal yang penting.  Tidak mengapa jilbab yang tergantung tidak berkelompok sama sesuai warna, namun yang penting jilbab bersih dan  tentu saja tergantung rapi ditempatnya.

9.  Tidak masalah dengan kata 'tidak'
Seringkali seseorang ada di saat tidak merasa enakan, sehingga dengan berat hati berkata boleh dan iya dengan sesuatu yang dapat mengganggu jadwal yang sudah tersusun dan harus diselesaikan.  Tidak perlu memberikan banyak alasan untuk sesuatu yang memang tidak bisa kita katakan iya.  Toh kita juga yang akan merasakan derita pada akhirnya karena perasaan tidak enakan dengan kata 'tidak'

10.  Seorang Ibu bukanlah manusia sempurna, jangan pernah merasa bersalah jika tidak bisa melakukan semuanya
Benar-benar efisien adalah melakukan hal-hal penting, dan tidak menjadi khawatir dengan sisanya.  Tidak perlu merasa bersalah, karena hal ini justru akan membuat energi positif kita menjadi terbuang dan menghabiskan waktu hanya dengan memikirkannya.  Manusia tidak ada yang sempurna, tidak perlu memikirkan kata orang, hanya melakukan saja secara maksimal, lakukan dengan cara yang menyenangkan.

Ibu, apakah anda sudah menjadi seorang yang efektifk?

#ODOP
#bloggermuslimahindonesia

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Anak Demam, Berapa Dosis Parasetamol yang Sebaiknya Diberikan?

DIY: Kaleng/Ember Cat Bekas Menjadi Kursi

Ketika Tayo Mengalahkan Emak-Emak