Tarik Napas Sejenak dengan Doodle

Ketika kamu merasa bosan, letih, jenuh, kesal, marah atau justru sedang bahagia, dan senang, apa yang kamu lakukan?

Banyak hal yang bisa kita lakukan di saat mengalami banyak perasaan.  Setiap orang memiliki caranya yang berbeda-beda.  Ketika kita mundur sejenak dari rutinitas, mengontrol emosi agar tidak kebablasan, semua memiliki caranya sendiri.  Aku sama dengan yang lain.  Memiliki banyak perasaan yang bisa muncul kapan saja.  Akupun memiliki cara tersendiri mengatasi berbagai perasaan itu.  Salah satu yang aku lakukan adalah mencorat-coret kertas.  Bisa hanya sebuah garis, lingkaran, segiempat, pola tertentu atau menjadi sebuah coretan penuh arti.

Corat-coret yang dibuat secara tidak sadar itu, dalam banyak kalangan sering disebut doodle.  Waktu sekolah dulu, jika aku merasa bosan mendengar celoteh guru mengajar, sering tanpa sadar mencoret sesuatu dikertas catatan agar tidak menjadi lamunan gak jelas.  Terkadang ketika mengingat nama seseorang, coretan namapun sering tergambar di sebuah kertas hitungan matematika.  Bahkan ketika menerima telepon, sambil bercakap-cakap dimasaku dengan telepon kabel dan secarik memo disebelahnya, membuat tanganku mencoret apa saja di memo itu.  Semua yang aku lakukan dengan mencoret bisa dikatakan doodle.

Doodle seringkali juga membantuku berlatih memusatkan pikiran dan menggambarkan sesuatu di dalam pikiranku.  Walaupun kebanyakan yang dilakukan adalah iseng, dan berakhir ke tong sampah, aku cukup merasa puas dan bahagia ketika sebuah gambar itu terbentuk meskipun hasilnya belum tentu bagus bagi orang lain.  I don't care! Aku hanya ingin tarik napas sejenak dan doodle cukup membantuku.

Seperti sebelum menulis di blog ini, aku belum memiliki ide.  Yang aku lakukan hanya mencoret sesuatu sambil minum teh hangatku yang telah dingin.  Inilah doodleku sebelum akhirnya aku memutuskan untuk menjadikan judul blogku saat ini mengenai doodle.

 dokumen pribadi

Sejarah doodle yang aku baca dari doodle_wikipedia, Kata doodle pertama kali muncul pada awal abad ke-17 berarti bodoh.  Kemungkinan kata ini berasal dari Jerman atau Nudeltopf Dussldorf berarti bodoh.   Sementara makna bodoh yang dimaksud dalam judul yanke doodle yang dinyanyikan oleh pasukan kolonial Inggris sebelum Perang Revolusi Amerika, ini juga merupakan asal dari kata kerja abad kedelapan belas dini untuk mencoret-coret, yang berarti untuk menipu atau membodohi.  Arti modern muncul pada tahun 1930 an baik dari makna ini atau dari kata kerja 'untuk berlama-lama', yang sejak abad XVII telah memiliki waktu membuang-buang waktu atau malas.
Dalam film Mr Deeds Goes to Town, Mr Deeds menyebutkan bahwa doodle adalah kata yang dibuat untuk menggambarkan coretan untuk membantu seseorang berpikir.  Menurut track DVD komentar audio, kata yang digunakan dalam pengertian ini diciptakan oleh penulis skenario Robert Riskin.
Doodle art juga memiliki sejarahnya.  Salah satu gaya doodle art tertua, bahkan sebelum orang mengenal tulisan, dimana doodling dijadikan alat untuk menceritakan sebuah kisah turun temurun terdapat di gua-gua jaman dahulu. Hmm....

Oiya, aku punya 2 doodle yang aku buat secara sadar dengan warna yang jarang-jarang aku torehkan dalam coretanku.  Karena sudah diwarnai, membuatku merasa ingin menyimpannya.

dokumen pribadi

Sebenarnya jika dipikir-pikir, coret-mencoret ini justru sudah dikenal sejak kita masih kecil.  Ketika kita baru mengenal pensil, spidol, kapur dan alat tulis lainnya.  Related post : Altair dan beberapa gambarnya.   Kemampuan mencoret ini sering sirna disaat seorang anak dilarang mencoret tanpa sadar dengan alasan apapun.  Padahal mencoret-coret atau doodle bagi anak-anak dapat melatih motorik halusnya sebelum menulis dan melakukan hal lain secara detil seperti menjahit, meronce, bahkan menyusun puzle.  Selain melatih fokus dan konsentrasinya dalam menuangkan ide.  Bagiku doodle menenangkan dan mengontrol emosi serta konsentrasi dan terkadang melatih memori mengenai sesuatu.

Dengan doodle akupun bisa memiliki suatu proyek iseng pribadi, meramaikan motif kursi kayu yang dibuat dari kayu sisa di rumah.  Memang belum selesai saat ini, dan belum tentu juga menarik bagi orang lain, namun aku senang bisa tarik napas sejenak dan memiliki me time sambil mencharge kebosanan rutinitasku.

dokumen pribadi

Bagaimana dengan kamu? Apakah kamu suka doodle juga?

#ODOP
#bloggermuslimahindonesia









Komentar

  1. Wah lucunya~
    Aku suka doodle, tapi ngga bisa buatnya, he..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Doodle itu ga ada aturannya, mau gimana coretannya, ya tetap namanya doodle. Jadi mesti Aisyah pernah buat doodle tanpa sadar ;) heehe...

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Anak Demam, Berapa Dosis Parasetamol yang Sebaiknya Diberikan?

DIY: Kaleng/Ember Cat Bekas Menjadi Kursi

Ketika Tayo Mengalahkan Emak-Emak