Yeayy, [DIY] Board Game Multiple (Part 1)


Matematika itu membosankan dan bisa menjadi sesuatu yang menakutkan untuk anak-anak, jika tidak dikemas dengan menarik dan menyenangkan.  Ungkapan dari Babahnya anak-anak yang merupakan lulusan matematika murni dari salah satu Universitas Negeri ternama di Indonesia. 


Menurutnya lagi, matematika logis yaitu matematika yang biasa dipakai sehari-sehari.  Anak-anak sebisa mungkin dikenalkan dengan matematika dalam keseharian.  Untuk anak usia dini permainan konkret bisa diterapkan, namun untuk anak yang lebih besar dan sudah mengenal angka bisa dibuat dengan sebuah permainan seru selain langsung diaplikasikan dalam kegiatannya.

“Ketika Abang berbelanja, menggambar, bermain,bahkan menjelang abang tidurpun, matematika selalu ada”, Kataku kepada anak pertamaku di setiap waktu.  Mungkin dia bisa hapal betapa sering aku mengatakan hal tersebut.

“Iya Umi, Abang ga mau rugi, abang bisa hitung uang kembalian.  Abang tahu waktu, bisa lihat jam, kalau gambar ada segitga, lingkaran.  Iyaa iya...”, Begitulah responnya acapkali aku mengingatkan sesuatu yang sebenarnya dia sudah ingat.  

Saya masih ingat saat pertama kali mengenalkannya hitung-hitungan bersama abang saat usianya masih 3 tahunan, saat itu kami banyak melakukan permainan berhitung seru ala anak laki-laki.  Melempar batu ke sasaran sambil menngucapkan satu, dua, dan seterusnya.  Hingga kami menembak tulisan angka dengan pistol air hingga airnya muncrat kemana-mana.  Kamipun pernah bermain belanja-belanjaan dengan stik es krim yang nilainya ditempelkan di sebuah barang dari hanya 1 stik hingga puluhan stik, hingga bermain menyamakan pola, memori bentuk, hingga mengukur jarak dengan langkah kakinya yang kecil.  Akh,, ternyata banyak sekali ide yang keluar saat bermain bersama.

Sekarang di saat usianya sudah delapan tahun, abang lebih sering berlatih perkalian.  Perkalian adalah perhitungan yang menjumlahkan angka hingga berkali-kali, abang sudah paham konsepnya, sama halnya dengan di saat saya meminta tolong kepadanya berbelanja ke warung terdekat, perkalian sederhana cukup sering digunakan seperti membeli gula dua kilogram, harga satu kilonya tiga belas ribu rupiah, dengan uang tigapuluh ribu rupiah seharusnya sisa uang yang dikembalikan berapa rupiah.  Yaah! Latihan seperti itu cukup mengajarkannya memahami manfaat matematika di keseharian.  Namun nyatanya ketika dihadapkan dengan angka perkalian secara khusus dalam sebuah lembar kerja, terkadang bisa lupa juga.  Padahal perkalian satu hingga sepuluh merupakan modal dasar perhitungan perkalian dalam jumlah lebih banyak.

Permainan board game merupakan salah satu permainan keluarga yang sering kami mainkan bersama.  Ular tangga, halma, catur, checkers, dan monopoli adalah beberapa jenis papan permainan (board game).  Hal inilah yang membuat saya berpikir untuk sementara di saat adiknya masih masa pemulihan, mungkin membuat board game multiple bisa seru juga dilakukan hingga membuatnya hapal perkalian di bawah alam sadarnya. 

Permainan ini idenya adalah membuat beberapa papan perkalian yang dibagi menjadi dua belas buah papan.  Mengapa dua belas? Karena dadu yang akan dimainkan berjumlah dua buah.  Dengan jumlah masing-masing dadu adalah enam titik, maka dadu pertama dan kedua jika dijumlahkan adalah dua belas titik.  Tidak apalah hingga dua belas, atau jika memang agak lebih sulit, khusus dibagian 6 titik ditutup dan diubah nilainya menjadi 0. 

Papan perkaliannya sudah dibuat.  Tidak sulit, hanya mengetiknya dan dibuat berwarna lalu di print dan ditempelkan di kardus agar lebih tebal dan kuat, atau besok akan saya laminating agar tidak mudah sobek dan kotor. Untuk bagian print sudah selesai, sisa sentuhan akhir mengajak abang melakukannya bersama kelihatannya jauh lebih menyenangkan! Sementara bidak poinnya
... hmm, lihat besok sajalah, siapa tahu abang justru memiliki ide yang lebih mudah dan menyenangkan.

Baru sebagian (dokpri)


Penasaran bagaimana bentuknya dan hasilnya? simak terus cerita kami membuat board game multiple ^^


#harike1
#Tantangan10Hari
#Level6
#KuliahBunsayIip
#ILoveMath
#MathAroundUs
#Thinklogic


*With LOVE,

@her.lyaa

Posting Komentar

0 Komentar