Tahapan Mengajarkan Anak-Anak Mengenal Uang

Tidak semua orangtua yakin kapan dan bagaimana cara mengajarkan anak-anak mengenai konsep uang dan keuangan.  Mengajarkan bagaimana melakukan pengeluaran secara bijak dan bertanggungjawab.  Namun tidak ada salahnya kita mengajarkan anak-anak mengenai uang sejak dini dan berdasarkan tahapan usianya, karena konsep mengenai uang, mengeluarkan, dan menyimpannya bisa menjadi sesuatu yang sulit dipahami oleh anak-anak, dan tidak semua anak terekspos materi mengenai keuangan di Sekolah.

Saya akan mencoba membagi beberapa tahapan usia dalam mengenal uang dan beberapa ide permainan yang bisa dilakukan.

*Usia 3-5  tahun
Saat usia ini, sebaiknya orangtua mulai mengajarkan anak bagaimana cara menyisihkan uang dalam setiap perbelanjaan, dan mengajarkan pengetahuan dasar fungsi dari bank.  Diharapkan anak dapat mengerti tentang kesabaran dan perbandingan antara menyimpan maupun mengeluarkan.

Ank-anak di usia ini belum bisa memahami keuangan secara kompleks, tapi praktek langsung dengan uang dapat membuat mereka siap di langkah selanjutnya

Ide kegiatan yang dapat dilakukan, diantaranya:
- Bermain belanja-belanjaan dengan uang mainan untuk membeli beberapa barang/mainan
Ide ini menjadi sebuah permainan seru yang dapat melatih mereka bagaimana terjadinya transaksi perbelanjaan, profesi perkerjaan, dan mengenal hitungan.
Jenis uang mainan dapat dibuat dari sebuah kertas dengan nilai yang kecil terlebih dahulu untuk mempermudah penghitungan, misalnya hanya kertas bertuliskan Rp. 1.- perlembarnya.  Selanjutnya dapat ditingkatkan sesuai dengan perkembangan kemampuan anak
- Belajar mengidentifikasikan uang dengan bermain menyocokkan jenis uang dan koin.
Ide permainan ini, sekaligus melatih ketelitian anak dalam mengamati, serta mengenal jenis uang kertas dan koin.
-  Memberikan tugas ringan untuk anak sesuai dengan kemampuannya yang sudah disepakati bersama, dan memberikan upah per minggu atas tugasnya yang luar biasa.
Jenis tugas yang diberikan sebisa mungkin tugas yang menarik dan tidak biasa, sehingga mereka juga merasa tertantang untuk melakukannya
-  Setelah mereka mendapatkan upah, ajak mereka menabung di celengan/suatu tempat, kemudian setiap bulannya ajak mereka menabung dan menghitung bersama di bank
-  Ajak mereka berbelanja ke toko, dan beritahukan mereka, mereka dapat mengambil 1 jenis barang.  Beritahukan mereka tentang keuntungan dan konsekuensi dalam setiap pilihan. Bentu mereka mengambil keputusan untuk membelinya atau tidak atau jenis barang mana yang akan mereka pilih



*Usia 6-8 tahun
Saat usia ini sebaiknya orang tua mulai mengajarkan konsep dasar seperti kebiasaan berbelanja, menggunakan uang, membayar tagihan, membuat daftar belanjaan, dll.  Anak-anak dapat belajar berhitung, menjumlahkan dan mengalikan beberapa jenis barang, dan mereka akan belajar berpikir secara logika.

Di usia ini, anak-anak mulai untuk mengerti bahwa uang terbatas jumlahnya, dan hal itu mengenai hal penting untuk sebuah keluarga membuat keputusan keuangan yang bijak.

Ide kegiatan yang dapat dilakukan, diantaranya:
-  Membuat daftar belanjaan, memberikan 'celengan', dan membagi semua uang yang diterima dari upah sebuah kegiatan untuk beberapa kategori.
-  Biarkan mereka membuat suatu tujuan akhir dari sebuah keinginan yang dapat mereka belanjakan.  Kemudian bantu mereka menggambarkan bagaimana dan berapa banyak yang mereka butuhkan untuk disimpan di setiap bulannya agar mencapai tujuan yang diinginkan.
Sangat menarik ketika mereka berhasil mencapai tujuan akhir.  Tujuan akhir yang akan dicapai untuk pemula, ada baiknya tidak dengan nominal yang terlalu besar.  Mencoba memberi tawaran awal, hingga akhirnya mereka dapat mencoba dengan tujuan yang lebih besar
-  Ajak mereka berbelanja, biarkan mereka memilih jenis barang, beritahukan biaya yang anda punya, dan diskusikan beberapa pilihan menyimpan uang dengan menggunakan kupon, diskon, maupun membeli merek biasa dengan kualitas yang sama.
-  Bicarakan perbedaan antara keinginan dan kebutuhan.  Meberikan beberapa contoh dan mendiskusikannya pilihan ketika berada di toko.
-  Bentu mereka mengerti bahwa kita harus bekerja untuk mendapatkan uang.  Beritahukan mereka apa yang mereka inginkan saat mereka semakin besar, dan ceritakan detil pekerjaanmu, atau bagaimana beberapa profesi pekerjaan mendapatkan upah/gaji/pendapatan.

*Usia 9-12 tahun
Saat ini, orangtua sebaiknya mengajarkan anak-anak mengenai pajak, inflasi, bunga pinjaman, dan jangka waktu.  Anak-anak akan mempelajari mengaplikasikan kemapuan yang telah dipelajari, dan mulai berpikir abstrak.

Anak-anak yang lebih tua, dapat mulai mengerti pentingnya mendapatkan uang dan membuat tujuan akhir dalam waktu yang lebih panjang

Ide kegiatan yang dapat dilakukan adalah:
-  Ajak mereka ke bank, dan biarkan mereka memiliki akun bank sendiri.
-  Jelaskan bagaimana kartu debit dan kredit digunakan.  Menekankan bahwa uang yang keluar dari bank, adalah uang yang harus mereka bayarkan kembali
-  Mengetahui mengenai diskon, dan bantu menilai dari setiap harga barang,  Biarkan mereka memiliki uang dari menjual barang-barang lama yang tidak terpakai lagi, selain mengajarkan juga untuk menyumbangkan sebagian barang kepada orang yang kurang mampu.
-Ketika berbelanja, diskusikan mengapa anda memilih barang tertentu, atau bagian dari kualitas produk barang tersebut.  Ajarkan bagaimana mempelajari jenis yang mereka inginkan untuk dibeli dan bagaimana membuat keputusan berdasarkan informasi yang didapat.

*Usia 13-15 tahun
Saat ini, sebaiknya orangtua membantu remaja mengerti bahwa pilihan keuangan mereka akan berdampak di masa depan mereka, dan akan memulai mengajarkan mereka mengenai persediaan barang serta beberapa keuntungan dari topik mengenai keuangan.  Remaja semakin meningkatkan kemampuan berpikir sebab akibat, serta kemampuan dari banyak alasan sebuah pilihan.

Di usia ini remaja mulai mengambil tanggungjawab dan membuat keputusan sendiri mengatur keuangannya.

Ide kegiatan yang dapat dilakukan, adalah:
-  Bantu mereka mengatur biaya bulanan untuk semua hal yang mereka gunakan sebanding dengan yang mereka dapatkan perbulannya.
-  Ceritakan tentang bagaimana menyimpan uang dan beberapa yang mereka inginkan seperti menggunakan kupon, membeli barang vintage, dan sebagainya.
-  Diskusikan bagaimana mendapatkan ekstra tambahan uang seperti kerja paruh waktu menjaga bayi, memotong rumput atau kegiatan diluar rutinitas harian mereka.
-  Ajarkan mereka tentang persediaan barang, dan minta mereka memilih sebuah persediaan mengenai harganya lebih tinggi atau lebih murah.

*Usia 16 tahun ke atas
Saat usia ini sebaiknya orangtua menyiapkan remaja untuk keuangan yang tepat dimasa depan.  Remaja sudah terpengaruh dengan teman dan perkembangan pertemanan lebih besar.  Mereka memiliki kontrol lebih dalam hidupnya dan memiliki beberapa kebebasan mengatur keuangan dengan caranya secara bijak.

Peralihan dari remaja menuju dewasa, akan membuat mereka menghadapi beberapa bagian penting dari keuangan.  Keputusan membayar uang kursus tambahan, membayar beberapa tagihan, membelanjakan sesuatu, dan banyak hal lainnya.

Kegiatan yang dapat dilakukan bersama mereka, diantaranya adalah:
-  Membantu mereka mengerti mengenai pentingnya mempertahnkan pekerjaan untuk pendapatan yang konsisten.
-  Diskusikan hal-hal penting mengenai tanggungjawab menggunakan uang utnuk belanja.
-  Mulai mencari tahu biaya  universitas atau tingkat pendidikan lebh penting yang diinginkan

Semoga dengan mengajarkan menggunakan uang secara bijak membuat anak-anak kita tidak menjadi seseorang yang konsumtif dan menjadi pribadi yang lebih mandiri.

Wallahu a'lam

#ODOP
#bloggermuslimahindonesia











Komentar

Postingan populer dari blog ini

Anak Demam, Berapa Dosis Parasetamol yang Sebaiknya Diberikan?

DIY: Kaleng/Ember Cat Bekas Menjadi Kursi

Ketika Tayo Mengalahkan Emak-Emak