Trik Renovasi Rumah Kami

Siapa sih yang tidak ingin memiliki rumah yang nyaman? Meskipun ada pepatah bagaimana bentuk tempat tinggalmu, yang bisa membuat dirimu nyaman adalah dirimu sendiri. Namun bagaimanapun impian memiliki rumah yang nyaman dan tentunya sehat adalah dambaan setiap orang.

Kebetulan kami baru saja merenovasi rumah. Renovasi rumah, biasanya kebanyakan berkisar antara mengecat, mengganti keramik, atau mengganti atap yang bocor. Sayangnya itu tidak terjadi kepada kami. Kami 'terpaksa' merenovasi rumah tidak hanya melakukan hal itu saja. Namun beberapa hal membuat kami menjebol dan memasang pondasi baru. Namun Karena keterbatasan dana, yang namanya renovasi tetap harus memperhitungkan bagian-bagian menjadi tetap berfungsi agar dana renovasi tidak menjadi terlalu membengkak.

Baca juga : DIY Kaleng Cat Bekas menjadi Kursi

Mengapa kami memilih rumah itu? Jika di suruh memilih, tentu kami inginnya membeli rumah yang lokasi strategis dekat dengan tempat umum, dan yang jelas dekat dengan tempat kerja agar tidak terlalu lama menghabiskan waktu di jalan, sementara waktu kuantitas dan mestinya kualitas bersama anak semakin baik. Selain itu dana yang dibutuhkan untuk membeli rumah sesuai dengan dana yang kami miliki.

Namun pada kenyataannya di jaman sekarang, apalagi tinggal di daerah perkotaan, hal itu menjadi sesuatu yang tidak mudah. Jika dikatakan memiliki rumah itu jodoh-jodohan, bisa saya katakan masuk akal. Banyak tahun berlalu yang kami habiskan mencari rumah yang jaraknya dekat dengan tempat kerja. Yaa..kami sangat idealis. Kami berpikir lama untuk mengambil rumah di perumahan pada umumnya yang jaraknya cukup jauh dari tempat kerja. Jika kami mengambil rumah di tempat strategis, kami takut tidak mampu untuk membayar sesuai kemampuan kami. Lagi-lagi idealis kami berpikir kembali untuk mengambil rumah dengan kredit yang sifatnya membayar bunga berjangka. Kalopun kami harus mengambil rumah dengan sistem kredit, kami lebih memilih dengan pembayaran flat setiap bulannya. Namun lagi-lagi hal itu sulit ditemukan. Pencarianpun kembali gagal hingga akhirnya kami menemukan orang yang menjual rumahnya karena akan pindah keluar kota. Harganya sesuai dengan dana yang tersedia di kantong kami, lokasinya sangat dekat dengan kantor suami, beruntungnya juga lingkungannya kondusif untuk anak-anak. Namun ketika kami melihat kondisi rumahnya, sedikit membuat kami terkejut. Sedikit diluar perkiraan, ternyata rumah lama yang dikontrakan dengan beberapa orang yang berbeda membuat kami harus melakukan beberapa perubahan.

Resiko harus dihadapi. Kami sudah terlanjur menyukai lokasi rumah tersebut. Jadilah proses selanjutnya merenovasi rumah agar lebih nyaman untuk ditinggali bersama anak-anak.

Bermodalkan pengalaman pernah bekerja di kantor konstruksi bangunan, dan sedikit ilmu menggambar desain bangunan, akhirnya saya membuat konsep dasar rumah tersebut. Kemudian melakukan beberapa pertimbangan dan perubahan, kami menjebol beberapa bagian dan membuat beberapa pondasi baru.

Hal yang kami utamakan dalam memiliki rumah sehat adalah sirkulasi udara dan cahaya matahari. Selain itu agar rumah tidak terlihat sempit, kami meminimalkan bentuk ruangan yang banyak lorong agar terlihat lebih lega. Warna cat yang kami pilih juga berwarna terang, selain karena anak-anak masih kecil, agar rumah terkesan lebih cerah. Dan yang terakhir banyaknya ruangan disesuaikan dengan kebutuhan keluarga kami.

*Sirkulasi dan cahaya matahari.
Untuk kondisi rumah berbentuk kopel, jika ingin memiliki sirkulasi udara dan sinar matahari yang cukup, ide yang terbaik adalah memanfaatkan 'hanya' bagian depan dan belakang rumah, atau terpaksa membuat taman kecil di tengah rumah untuk mensiasati bagian tengah menjadi tidak pengap.

*Menambah ukuran tinggi atap
Agar rumah terkesan luas dan lega, meninggikan atap rumah adalah pilihan terbaik. Sirkulasi udara di dalam rumah menjadi lebih baik. Sekaligus melihat kondisi atap rumah yang sudah lama, kami membongkarnya dan tetap menggunakan kayu-kayu lama yang masih bisa terpakai sebagai rangka atap.


Rumah sebelum direnovasi, atap masih sama dengan rumah disebelahnya_tampak depan (foto:dokumentasi pribadi)


Rumah setelah direnovasi, atap sudah ditinggikan_tampak depan (foto:dokumentasi pribadi)

*Mempertahankan pondasi lama
Jika masih bisa diakali, ada baiknya pondasi lama tetap dipertahankan, dan mengalihfungsikan ruangan yang lama menjadi ruangan baru.


Rumah sebelum direnovasi, bagian depan awalnya kamar (foto:dokumentasi pribadi)


Rumah setelah direnovasi, bagian depan menjadi dapur dengan perubahan bentuk jendela (foto:dokumentasi pribadi)

*Penggunaan kembali sisa hancuran tembok lama
Jika melakukan penjebolan tembok seperti yang kami lakukan, maka sebaiknya hasil bongkaran tembok lama dapat dimanfaatkan kembali menjadi timbunan rumah.

*Jangan buang kusen lama
Jika kusen lama kondisinya masih baik, dapat kita pergunakan kembali dan direkondisikan dengan memberi plitur baru, atau dilapisi cat kembali. Apalagi kebanyakan kusen lama jenis kayunya masih solid dan kuat.

*Menggunakan warna cat berwarna cerah
Warna cat yang cerah membuat rumah menjadi terlihat lebih terang dan luas. Sekaligus mengkreasikan ruangan tidak hanya berwarna putih saja, beberapa warna dipercaya dapat mengubah mood psikologis penghuninya.


Rumah lama, foto diambil ke arah depan (foto:dokumentasi pribadi)


Rumah setelah renovasi, foto diambil ke arah depan _ setelah dicat ulang (foto:dokumentasi pribadi)

*Membuat rumah tumbuh sesuai dengan kebutuhan rumah
Rumah tumbuh selain memaksimalkan kebutuhan penghuni saat itu, dana renovasi yang belum mencukupi dapat mengangsur pembangunan rumah secara bertahap, sehingga meskipun kondisi rumah belum selesai, sudah dapat ditunggui dengan kondisi sudah layak pakai.

*Meminimalkan bentuk rumah dengan lorong
Penggunaan lorong yang terlalu banyak, membuat efek rumah terlihat sempit. jika ingin membatasi sebuah ruangan menjadi lebih privasi, ide yang dapat digunakan adalah dengan menggunakan partisi yang dapat dibongkar pasang sesuai waktunya kapan saja diperlukan privasi ruangan.

*Menggunakan furniture multifungsi
Menciptakan rumah mungil agar tidak terkesan seperti gudang adalah dengan menggunakan furniture yang multifungsi dapat digunakan pada saat tertentu saja, sehingga menciptakan ruangan lega diwaktu lama.

Sekali lagi, bagaimanapun bentuk, suasana, ataupun pemilihan material dari sebuah rumah adalah pilihan masing-masing orang. Namun penggunaan dana yang minim untuk mendapatkan hasil yang maksimal tentunya diperlukan pertimbangan yang bijak agar tidak menjadi besar pasak daripada tiang.

Demikianlah, semoga bermanfaat.

#ODOP
#bloggermuslimahindonesia

Komentar

  1. keren mbak renovasi rumahnya, cant wait buat renov rmh jg hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. makasih mbak aprillia sudah mampir, semoga renovnya sukses ya^^

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

DIY: Kaleng/Ember Cat Bekas Menjadi Kursi

Anak Demam, Berapa Dosis Parasetamol yang Sebaiknya Diberikan?

Ketika Tayo Mengalahkan Emak-Emak