Kenalan Dengan Ulat

"Yuuk bantuin umi masak," Kataku kepada duo bocah.

"Yook!" Jawab Abang keras.

Duo bocahpun mulai memetik sayur dan meletakkan di baskom satu demi satu tangkai.  Tidak seperti adek yang memetik daun sayuran bukan dari pangkal, namun bisa darimana saja hingga berkeping-keping, Hehe..

"Umi, ada ulat!" Abang menunjuk ulat yang ada di salah satu daun.   Ternyata ada ulat yang nyelip diantara batang sayuran.

Selesai menyiangi sayuran, duo bocah melanjutkan bermain bersama di ruang tengah. Permainan membuat rumah lego yang disusun seperti gedung dan istana.

Suasana aman, akupun melanjutkan memasak hingga menyusun piring yang selesai aku cuci. 

Ketika urusan beres-beres di dapur hampir selesai, Abang menghampiri dan berkata.  "Umi, tahu gak ada ulat yang mukanya seperti monster?" 

"Oh iya, itu ulatnya sedang menyamar.  Abang baca buku ulat ya?" Tanyaku lagi.

"Iya... Sudah selesai.  Tadi abang baca.  Adek juga ikut lihat." Jelasnya padaku.

Wahh, aku tidak sempat foto mereka sedang baca buku bareng.  Apalagi mereka baru saja menemukan hal yang sama dengan di buku.  Terutama adek yang belum pernah memelihara ulat seperti yang pernah abang lakukan saat memelihara ulat dari tanaman daun jeruk.

Tidak mengapalah mereka pun sudah merasa selesai membaca, akhirnya hanya foto buku saja yang bisa dipasang di sini.


Buku ulat yang di baca abang (dokpri) 

Ulat memiliki daur hidup yang khas.  Jenis ulatpun beragam, dengan ciri klas masing-masing.

Jika dibedakan mengenai ulat yang akan menjadi kupu-kupu adalah ulat yang berasa dari bunga maupun tanaman buah.  Sementara ulat yang menjadi ngengat adalah ulat yang biasa ditemukan di sayuran, maupun dedaunan.

Waah... Hari ini Adek menemukan sesuatu yang baru.  Geli ga dek?

#GameLevel5
#Tantangan10Hari
#KuliahBunsayIIP
#ForThingstoChangeIMustChangeFirst


*With LOVE,

@her.lyaa

Posting Komentar

0 Komentar