Menyelesaikan yang Tertunda

Sesuai janji, abang menyelesaikan buku Pinochionya.  Namun kali ini tidak bersuara.  "Semoga tidak asal  membaca," Pikirku.  Aku harus percaya dia mampu, tinggal PR nya adalah mencoba menyimak ceritanya setelah dia menyelesaikannya.

"Selesai" Ujar abang kepadaku.

"Selesai?" Tanyaku memastikan.  

Tidak aku amati berapa lama abang menyelesaikan bacaannya.  Yang jelas proses membacanya cukup lama, sejak aku selesai mencuci piring, menemani adek mambaca buku, hingga menemani adek bermain, abang masih bergelut dengan bukunya.  

Baiklah, nanti malam saja sebelum tidur kami saling bercerita.

Malam pun menghampiri.  Setelah ditagih untuk bercerita, ternyata abang menceritakan garis besarnya saja, dan tulisan yang menurutnya lucu.  Hmm... Sebenarnya masuk akal juga sih orang dewasapun sering demikian, tapi sayang sih, kok rasanya jadi ga maksimal.  Mungkin baiknya lain kali  dibatasi saja jumlah bacaannya ya?

Ketika Abangnya membaca, Adek tak mau kalah ikut mengambil buku dari rak.  Tidak masalah judulnya apa, yang penting buku.

Lembar demi lembar dibukanya, melihat Abangnya masih membaca, adek terus membolak balikkan kertas.

"Yuk, kita baca dari sini." Kataku sambil menunjuk cerita dari halaman pertama.  

Super Balita Mandiri adalah buku yang dipilih adek.  Dalam buku banyak cerita bagaimana seorang balita bisa mengerjakan banyak hal sendiri.  Gambarnya jelas, sehingga adek bisa menebak isi ceritanya meskipun belum tahu bacaannya.  Sikat gigi sendiri, membersihkan tempat tidur, mengancing baju, makan sendiri, dan banyak judul lainnya hingga penutup cerita berjudul Tidur Sendiri.  

Memangku bukunya sendiri membuatnya merasa mampu membaca sendiri (dokpri

Kegiatan yang sudah bisa dilakukannya selalu dikomentari dengan, "Umi, adek sudah bisa ini, kan?" Sahutnya untuk meyakinkanku.  Sementara kegiatan lainnya juga sudah sering dilakukan bersamaku meskipun lebih ke terlibat dan seperti bermain dibandingkan benar-benar sudah dilakukan sendiri seperti gosok gigi sendiri, kecuali tidur sendiri.

" Umi, tidak apa-apa ya, Adek masih tidur dengan Umi." Pintanya padaku saat kami berhenti dicerita terakhir, aku bisa tidur sendiri. 

"Iya, tidak apa-apa, nanti pelan-pelan belajar tidur sendiri"  Kataku  sambil memeluknya.

"Adek sayang Umi..." Sahutnya sambil memelukku.  Akhh... Biasanya sih yang begini modus rayuan.  Akupun tersenyum geli.

Aku sendiri hari ini hanya membaca beberapa halaman buku FBE setelah merelay kulwapp di komunitas mengenai visi misi keluarga.  Visi dan misi hanya mudah diucapkan secara teori, namun nyatanya kami harus lebih bijak lagi menyesuaikan dengan banyak hal dan kondisi keluarga kami.  Perlu semangat perjuangan ini.

Babah kembali tidak ada laporan bacaan.  Katanya hari ini hanya sempat baca koran, mengingat serunya debat capilpres tadi malam.  Nyatanya koran tidak dapat dimasukkan dalam reading track, hehe...

tumpukan buku yang semakin tinggi (dokpri)


#GameLevel5
#Tantangan10Hari
#KuliahBunsayIIP
#ForThingstoChangeIMustChangeFirst


*With LOVE,

@her.lyaa

Posting Komentar

0 Komentar