Postingan

Menampilkan postingan dari 2018

Saat Kita Lanjut Usia

Gambar
Kita, aku dan kamu adalah remaja era 90 an.Eranya gak ada google maupun sosmed yang kalau nyari bahan wajin ke perpustakaan dulu, Yang selalu dag dig dug menunggu hasil foto selama 1 minggu dan harus terima nasib kalau hasilnya jelek kejadiannya udah lewat, Taunya game watch (gembot) yang mau mainnya lebih seru rame-rame sebelahan, bertahan ga pindah-pindah karena barangnya diiketin pake tali sama mamangnya, Duit koin yang luar biasa berharganya buat dipake di telepon umum sampe bisa beli coklat merk superman, dan banyak hal menarik yang tetap seru dikenang sampai hari ini, seperti salah satu dalam lagu sheila on 7 yang ngehits dijaman kita, ‘menjadi sebuah kisah klasik untuk masa depan’
“Sayang, nanti malam ada siaran ulang konser sheila on 7 di trans 7.Nonton yuk?” ajakku
“Jam berapa? Hayuukk” jawabmu
“Jam setengah sembilan”
“Ingetin Babah ya..”
“Wokeehh..”
...
Kulihat jam sudah menunjukkan angka sembilan.
“Sayang, Yok... nonton.Kayaknya sudah mulai.” ajakku
Aku hidupkan tv menca…

Kalo Hanya Diam, Emang Ada Gunanya?

Gambar
Kamu tiba di rumah selepas isya.Wajahmu terlihat letih.Setelah berganti pakaian, kusiapkan teh hangat untukmu. Kamu meminumnya hanya sedikit, lalu kembali duduk, terdiam sambil melihat anak-anak yang sedang meributkan pion halma yang disusun tidak beraturan.Aku duduk mendekatimu.Kamu bersender di lenganku.
“Ada kejadian apa di Kantor?” tanyaku.
“Biasa aja.” Jawabmu pendek kemudian berganti posisi setengah berbaring dikursi sofa.
“Capek aja ya?” Aku kusuk-kusuk kepalamu sambil tetap memperhatikan anak-anak yang berganti kegiatan dengan membolak balik buku.Adek memperhatikan, sementara Abang yang membacakan.Kamu diam saja.  Tidak lama matamu mulai sedikit lemah dan hampir terpejam.
“Kalo mau tidur, pindah ke kamar sana,” kataku padamu.
“Entar aja.” Jawabmu pendek . “Entar ketiduran di sini...” Aku mencoba membuatmu pindah.
“Gak” Katamu.
“Ohw ya sudah, Umi nemenin anak-anak ya, bentar lagi sudah mau jam tidur.”
Kamu menarik tanganku, “Biarin aja.Sini.., masih setengah jam lagi.”
“Eh.. t…

Ketelen juga Meskipun Terasa Berat

Gambar
Pernah gak ngerasain sesuatu yang gak nyaman tapi mau ga mau mesti dilakonin karena ada unsur perasaan sayang?Seperti saat aku meminta dibeliin oleh-oleh cemilan penyumbat rasa lapar tengah malam dikala begadang.Kamu yang kebetulan ada pekerjaan yang mau ga mau membuatmu pulang malam, pas untuk dititipin pesanan.Dengan perasaan ragu, takut tidak terbaca olehmu, akhirnya kuurungkan memberi pesan melalui whatsapp.Langsung saja aku ambil telepon dan kamu cepat menjawab teleponku.
“Assalamualaikum, kenapa Umi?
“Nitip dong..., beliin martabak manis isi keju sama coklat kacang.”
“Wokeehhh...siaapp.bentar lagi deh Babab pulang, ntar dibawain.”
“Makasih ya...”
“Ok, tutup ya”
“Iyaa.., Assalamualaikum”
“Waalaikumsalam.”
Tut.Telepon ditutup.Aku menunggu kedatangan martabak manis.Eh, kedatangan kamu yang membawa martabak manis.Tetep yaah, martabaknya diutamakan, hehe...
Satu jam berlalu, aku mulai bosan menunggu.Kalo gak sabar gini, jadi kepengen pesen sendiri pake go food, tapi hati galau, ntr…

Mau Ngapain Kita Akhir Minggu ini?Nonton? Berburu Buku, atau...

Gambar
Dalam perjalanan pernikahan kita, aku dan kamu, ternyata kita lumayan memiliki banyak persamaan hobi.  Menonton film, mambaca buku, mendengarkan lagu, juga mengisi waktu luang secara natural.  Lucunya, yang selintas mirip, ternyata masih beda juga.  Hahahaha...


Menonton film berdua dikala anak-anak sedang tidur seringkali kita lakukan.Namun genre film yang kita sukai sangat berbeda. Kamu dengan film jenis fantasi dan petualangan, sementara aku dengan film drama komedi dan thriller.Tidak jarang jika genre film yang kamu sukai sedang diputar seringkali membuat aku mengantuk, sebaliknya justru bisa membuat kamu tertidur.Namun ternyata ada film yang menggabungkan genre kesukaan kita berdua, misalnya the foreigner.Sayangnya tidak terlalu banyak film yang kita sukai bersama dapat dinikmati berdua.Yang penting duduk berdampingan saja sudah cukup menyenagkan menghabiskan malam disaat bahan cerita kita sudah habis..hehee..
Tidak jauh berbeda dengan genre buku dan musik yang kita sukai.Mungkin…

Perlukah Imunisasi itu?

Gambar
Pro kontra mengenai imunisasi saat ini terdengar dimana-mana, terutama di media sosial yang lebih sering didominasi oleh para ibu-ibu.Bukan tidak beralasan, karena yang menjadi poin penting adalah ketidakpastian akibat label halal yang belum tertera di vaksin yang dimaksud.
Hal inilah yang menjadi perbincangan kami sebangai orangtua akhir-akhir ini.Berbagai sumber bacaan menjadi bahan acuan kami berdua.Dari fatwa MUI, manfaat dan mudhoratnya, proses pembuatannya, wabahnya, sisi pendapat medisnya, dan banyak hal yang lainnya.
Namun pada akhirnya pembicaraan dipersempit mengenai kebutuhan vaksin bagi anak-anak kami.
"Babah, adek jadi di kasih imunisasi influenza ga?" tanyaku
"Oiya babah lupa, kalo menurut umi gimana?"
"Kalo lihat abang setelah sebulan lebih ini habis diimunisasi, Alhamdulillah ga pilek batuk lagi.Biasanya kan tiap abang habis berenang, mulailah itu hidung.Ini kayaknya gak lagi, mungkin termasuk ngatasin yang alergi juga kali ya?adek, mau dikasi…

Asap, Tolong Jangan Ganggu Kami (lagi...)

Gambar
Hampir tiap malam aku merasa sesak.Bau arang dan asap pekat terasa menusuk di hidung.Meskipun sudah memakai masker, nyatanya aroma menyengat masih dapat menembus.Masih ingat 3 tahun yang lalu, dibulan yang sama dipenghujung September 2015, karena asap itu...akhh..rasanya selalu menangis jika aku ingat.Trauma.Bisa jadi! Aku bicarakan denganmu.Sesak asap ini tidak kalah membuat sesak emosiku.Sesak asap inimembuat sesak batinku.Aku marah, mengapa waterbombing tidak sebanyak saat Asian Games berlangsung, indikatornya adalah suara helikopter yang tidak seriuh saat itu bolak-balik lewat atas rumahku.
"Lahan gambut yang paling banyak, salah satunya di sumatera.Dan inilah pulau yang kita tinggali.Lahan gambut banyak mengandung karbon, ketika gambut dikeringkan, bisa menjadi sangat mudah terbakar.Asapnya mungkin bisa lebih besar dari yang kita bayangkan.Kenyataannyasaat ini Umi sebal mengapa banyak titik api yang ada di kota tempat kita tinggali saat ini? Coba Babah lihat, Sumatera Selat…

Sebuah Pesan Untuk Kamu

Gambar
Pembicaraan kita hari ini hanyalah rutinitas, terutama kita sama sibuknya dengan hobi kita masing-masing.  Kamu dengan ikan-ikanmu.  Aku dengan tanamanku dan kedua anak kita sesekali bermain berdua, bermain sendiri-sendiri, atau ikut terlibat dengan hobi kita masing-masing.

Apakah kita jadi garing dan basi? Ya gak...  Hanya lebih fokus.  Pun kita berdua bukan tidak ada bicaranya sama sekali.  Ada dong.

"Sayang, pinjem kerannya bentar ya.." Katamu ketika aku hampir menyelesaikan mencuci sekop kecilku.

"Buat apa? mau ganti air ikan ya?" tanyaku.

Yah, seperti itu pembicaraan kita.  Namun semua hal yang harus digunakan bersama, membuat kita saling toleran untuk bergantian.  Hingga kita menundanya disaat waktu makan siang bersama anak-anak, dan saat kita bersama-sama mengakhiri karena memang sudah selesai untuk dilanjutkan beristirahat dan tidur siang bersama anak-anak.
Berkomunikasi semestinya mengajarkan saling toleransi dan menghargai -@her.lya.inda- Dan akupun meni…

Kisah Zuri

Gambar
Pagi hari yang sibuk.  Kita keluar rumah berbarengan dengan beda tujuan. Aku mengantar abang sempoa sebagai pengganti jadwal sebelumnya yang terlewati.  Sementara suami (kamu) berangkat rapat urusan kantor. 
Setelah menghabiskan waktu dua jam, akhirnya abang selesai juga.Alhamdulillah..., aku ingin segera pulang, masih banyak pekerjaan di rumah yang belum terselesaikan.Badan juga rasanya pengen diluruskan sebentar, Adek juga sudah protes bosan menunggu abangnya sempoaan.Akupun memesan transportasi online menuju ke rumah.
Sesampainya di depan rumah, aku membuka tas.Aku obrak-abrik bagian dalam tasku.Aku tidak menemukan kunci rumah.Waduh..., bagaimana ini? Aku pun bertanya pada abang, anak pertamaku.Jawabannya membuatku kecewa."Umi ga ada titip kunci sama Abang". Upss..., mampus dah!kataku dalam hati.
Aku langsung ambil handphone dari dalam kantong.Aku menelepon kamu, hingga beberapa kali handphone tidak dijawab.Pesan kukirimkan lewat whatsapp ke nomor kamu."Sayang, kaya…

Aku Sakit

Gambar
Cuaca terlihat  cerah, tapi tidak secerah mukaku, aku terlihat agak pucat.  Badanku terasa meriang, mataku terasa panas, dan kepalaku seperti ditimpa batu besar.  Tenggorokan rasanya sedikit perih, kering dan agak gatal, sesekali hidungku ikut gatal dan membuatku bersin bertubi-tubi. Hufft..., rasanya sangat tidak enak jika kondisi badan seperti ini.Ingin berbaring, badan terasa linu, ingin dibuat 'keringatan', koq ya berasa sudah lemas duluan.
Aku memaksa untuk bangun dan duduk sejenak.Mencoba tidak manja, karena masih banyak yang belum dibereskan. Tapi, akhh...aku ingin tidur sebentar lagi.Kata orang ahli diluaran sana, kuncinya kalau mau sehat adalah cukup beristirahat.Gak usah ngoyo dulu deh.Kalau mau dikerjakan yang banyak-banyak itu juga mesti gak bisa maksimal.Baiklah, aku putuskan beberapa menit lagi berbaring.
"Lho, sayang... dikirain lagi beresin kamar? Umi kenapa?" tanyamu sambil meletakkan tanganmu di pipiku."Eh, panas..." ujarmu lagi.
Tindakan…

Tip... Nitip

Gambar
"Temenin umi yuk..." ujarku spontan menjelang jam makan siang kepada anak-anak

"Ayoookkk Umi! Mau kemana kita?" tanya abang, anak pertamaku cepat.

"Ke Gramedia.Yook...!" jawabku.

"Adek juga ikut ya Umi..." Adek, anak bungsuku tak mau kalah.

Akhirnya kamipun pergi bertiga menuju Gramedia.

...

Sesampainya di tempat tujuan, aku langsung menuju rak favoritku.Aku mulai membongkar tumpukan buku yang siapa tahu bisa membuatku tertarik untuk membeli.Sementara anak-anak, tidak kalah saing, mereka berduapun langsung menuju rak buku lainnya untuk melihat-lihat.Kesempatan ke toko buku memang selalu menjadi kesenangan anak-anak, selain dimanjakan dengan buku yang berwarna-warni, terkadang mereka (terutama anak pertamaku) bisa sedikit melenceng ke bagian teknik.Karena di sana, dia sering menemukan buku tentang alat-alat atau kendaraan besar yang selalu membuatnya terpana.hehehe....
Aku lupa memberitahumu kalau aku pergi keluar rumah.Segera aku telepon kamu …

Kiriman Nasi Bungkus Pelepas Rindu

Gambar
Pagi ini seperti biasa di dapur, kamu duduk disebelahku untuk menyeruput coffe latte buatanku sambil menunggu abang bersiap.Adek belum bangun tidur setelah subuh tertidur kembali, mungkin masih mengantuk karena semalam adek tidur lebih malam dari biasanya.Sambil membuka instagram, aku melihat postingan teman-teman yang sedang trip ke Padang.
Aku mulai membuka omongan, " Sayang, nih lihat"
"Di Padang ya? dimananya ini? coba Babah lihat" tanyamu
Akupun memberikan handponeku kepadamu.
"Istana Pagaruyung, bagus..."ujarmu
"Iya ya.., kapan-kapan kita ke Padang ajak anak-anak ya? Kayaknya terakhir umi tinggal di sana pas baru tamat kuliah.Udah lama banget, hahaha..."
"Hahaha...lama banget! dulu masih gadis, ini sudah punya abang sama adek" katamu.
"Bangeeett...! Suasana di sana ngangenin." Kataku.
"Kangen Padang, atau kangen sama mama yang orang padang?" kamu mulai bercanda.
"Lebih kangen mama yang orang padang, apalagi ikan …